IHSG anjlok 10,7 persen di sesi pertama akibat rencana perubahan MSCI

Pasar keuangan Indonesia dikejutkan oleh penurunan tajam pada perdagangan sesi pertama. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG anjlok sebesar 10,76 persen, dengan hanya menyisakan 15 saham yang mampu berada di zona hijau di tengah tekanan jual yang masif.
Tekanan jual yang luar biasa ini dipicu oleh rencana MSCI atau Morgan Stanley Capital International yang berniat mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia. Kebijakan potensial dari penyedia indeks global tersebut memicu kekhawatiran investor institusional maupun ritel terhadap arah arus modal asing di pasar domestik.
Dampak dari rencana perubahan klasifikasi ini langsung terasa pada likuiditas dan valuasi saham di Bursa Efek Indonesia. Mayoritas emiten mengalami koreksi dalam, mencerminkan tingginya sensitivitas pasar terhadap sentimen global dan kebijakan yang memengaruhi portofolio investasi internasional.
Kondisi ini menambah volatilitas di sektor aset berisiko, termasuk pasar kripto di Indonesia yang kerap bergerak seirama dengan sentimen makroekonomi nasional. Investor kini memantau ketat perkembangan lanjutan dari pihak MSCI dan respons otoritas bursa lokal.
Ke depan, langkah-langkah stabilisasi dari regulator pasar keuangan sangat dinantikan untuk memulihkan kepercayaan investor. Pelaku pasar berharap ada kejelasan terkait status klasifikasi tersebut guna meredakan ketidakpastian yang melanda bursa domestik.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Pengumuman MSCI picu tekanan IHSG dan rupiah, Airlangga minta penjelasan

Menkeu, Bos BI, OJK, dan LPS Rapat Sama Menko Airlangga Siang Ini

Anjloknya IHSG 11% picu desakan reformasi pasar modal dan transparansi

Usulan penurunan status MSCI memicu ancaman rupiah ambruk ke Rp18.053 per dolar

KOSPI rebound 3 persen dari penurunan tajam di tengah bayang-bayang suku bunga The Fed
