Dolar Tembus Rp18.100, Destry: BI Tetap Ada di Pasar!

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah mengalami tekanan di tengah volatilitas pasar keuangan global. Menanggapi situasi ini, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, memberikan pernyataan tegas bahwa bank sentral akan terus berada di pasar untuk mengawal stabilitas nilai tukar.
Langkah pengawasan dan intervensi ini menjadi sangat penting di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat dan dinamika geopolitik. Bank Indonesia berkomitmen menjaga agar pergerakan rupiah tetap sejalan dengan fundamental ekonomi nasional serta mencegah fluktuasi yang dapat mengganggu perekonomian.
Bagi pasar aset kripto di Indonesia, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar memiliki korelasi psikologis yang cukup erat. Fluktuasi mata uang fiat sering kali memengaruhi minat investor lokal dalam mengalihkan aset mereka ke instrumen lindung nilai seperti kripto atau stablecoin yang dipatok ke dolar.
Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati efektivitas intervensi Bank Indonesia dalam meredam tekanan eksternal terhadap rupiah. Stabilitas nilai tukar lokal diharapkan dapat memulihkan kepercayaan investor dan menjaga likuiditas di berbagai sektor pasar keuangan domestik.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Sikap hawkish Bank of England menguat seiring inflasi bertahan di atas 4%

Bank Dunia proyeksikan krisis 800 juta pekerjaan dalam satu dekade ke depan

Akhir Sesi I, IHSG Anjlok 1%

BTN incar akuisisi portofolio kredit konsumer yang ditargetkan beres di 2027

IHSG merosot 1,30 persen di sesi pertama akibat tekanan sektor kesehatan
