Langsung ke konten
PasarNetral

Tekanan global tekan rupiah walau ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen

Sumber: CNBC Indonesia
Tekanan global tekan rupiah walau ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen

Kami di CoinMagnetic mencermati pernyataan terbaru dari Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, yang menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah saat ini bukan disebabkan oleh faktor fundamental domestik, melainkan akibat tekanan global yang masif. Pernyataan ini memberikan kejelasan baru di tengah kekhawatiran pasar keuangan mengenai stabilitas mata uang Garuda terhadap dolar Amerika Serikat.

Latar belakang pernyataan ini berakar dari situasi makroekonomi domestik yang sebenarnya masih menunjukkan ketahanan yang kuat di tengah ketidakpastian geopolitik dan kebijakan suku bunga ketat di negara maju. Bank Indonesia mencatat bahwa perekonomian nasional mampu mencatatkan pertumbuhan yang solid sebesar 5,29 persen, sebuah angka yang membuktikan bahwa mesin ekonomi dalam negeri masih berjalan dengan baik.

Bagi pasar keuangan dan dunia kripto, dinamika pelemahan rupiah akibat tekanan global ini memegang peranan penting dalam pola al سرمay (capital flight) dan pilihan lindung nilai (hedging) investor. Arus keluar modal asing yang terjadi akibat sentimen global sering kali membuat para pelaku pasar mencari alternatif aset lindung nilai, termasuk aset digital seperti kripto, untuk mengamankan nilai portofolio mereka dari depresiasi mata uang lokal.

Kami memperkirakan bahwa ke depannya, volatilitas rupiah akan sangat bergantung pada arah kebijakan moneter bank sentral global, khususnya Federal Reserve, serta perkembangan geopolitik dunia. Bank Indonesia diproyeksikan akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan nilai tukar, sembari memantau ketat pergerakan aliran modal asing di pasar domestik.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Oktober 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait