Destry Damayanti: Kebijakan moneter tak hanya bergantung pada suku bunga

Destry Damayanti, calon Gubernur Bank Indonesia (BI), mengungkapkan pandangannya bahwa stabilitas ekonomi tidak dapat dicapai hanya melalui penetapan suku bunga atau BI Rate. Dalam pernyataannya, ia menekankan pentingnya adanya bauran kebijakan yang lebih luas untuk mencapai tujuan ekonomi yang berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa dalam mengatasi tantangan ekonomi, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan tidak hanya berfokus pada satu instrumen kebijakan saja.
Pernyataan Destry ini muncul di tengah tantangan yang dihadapi oleh perekonomian Indonesia, termasuk inflasi yang meningkat dan ketidakpastian global. Dengan kondisi ekonomi yang dinamis, penting bagi BI untuk merespons dengan kebijakan yang adaptif. Destry berpendapat bahwa menggunakan berbagai instrumen kebijakan, termasuk pengawasan dan regulasi yang lebih ketat terhadap sektor keuangan, dapat membantu menciptakan stabilitas yang lebih baik tanpa harus selalu mengandalkan perubahan suku bunga.
Dampak dari pendekatan ini dapat dirasakan oleh pasar, terutama di sektor keuangan dan investasi. Dengan mengurangi ketergantungan pada suku bunga, investor mungkin akan lebih berfokus pada kebijakan moneter yang lebih holistik, yang dapat memberikan sinyal positif tentang stabilitas ekonomi jangka panjang. Ini juga dapat menarik lebih banyak investasi asing, yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Melihat ke depan, jika Destry terpilih sebagai Gubernur BI, kami dapat mengharapkan adanya perubahan dalam cara BI beroperasi. Fokus pada bauran kebijakan yang lebih luas dapat menciptakan lingkungan ekonomi yang lebih seimbang dan berkelanjutan. Hal ini juga bisa memicu diskusi lebih lanjut mengenai kebijakan moneter di kalangan pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan pelaku pasar, untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Agustus 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Hashim Djojohadikusumo ungkap kekayaan dari bisnis energi fosil

Biaya kargo melampaui tiket penumpang, keluhan dari perusahaan logistik

Soal Penerapan Pembatasan Pertalite, Purbaya: Tunggu 'DTSEN Baru'

Fear and Greed Index Kripto Capai 74, Tertinggi sejak Oktober 2025

Purbaya alokasikan Rp7 triliun untuk perbaiki data BPS
