Langsung ke konten
PasarTurun

Death Cross Terbentuk di Bitcoin pada Grafik 1 Jam

Sumber: CryptoHarian
Death Cross Terbentuk di Bitcoin pada Grafik 1 Jam

Bitcoin kembali menjadi sorotan para pelaku pasar kripto setelah terbentuknya pola teknikal yang dikenal sebagai "death cross" pada grafik satu jam. Fenomena ini terjadi ketika rata-rata bergerak (moving average) jangka pendek melintasi rata-rata bergerak jangka panjang dari atas ke bawah. Menurut analisis yang dilakukan oleh TradingShot melalui TradingView pada 14 Juli, death cross ini sering kali diikuti oleh koreksi harga yang signifikan dalam dua bulan terakhir. Saat ini, risiko penurunan Bitcoin diperkirakan dapat membawa harga menuju level US$60.200, yang tentunya membuat banyak investor dan trader lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Konteks dari terbentuknya death cross ini cukup penting untuk dipahami. Dalam dunia investasi, pola-pola teknikal seperti ini sering digunakan oleh trader untuk memprediksi arah pergerakan harga di masa mendatang. Death cross dianggap sebagai sinyal bearish, di mana pasar mungkin akan mengalami penurunan lebih lanjut setelah terbentuknya pola tersebut. Kondisi ini juga mencerminkan sentimen pasar yang cenderung pesimistis, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan pergeseran regulasi yang dapat mempengaruhi pasar kripto secara keseluruhan.

Dampak dari sinyal death cross ini dapat dirasakan di seluruh pasar kripto, tidak hanya Bitcoin. Ketika Bitcoin menunjukkan tanda-tanda melemah, banyak aset kripto lainnya yang mengikuti jejaknya. Hal ini disebabkan oleh dominasi Bitcoin di pasar kripto, di mana pergerakan harga Bitcoin sering kali menjadi indikator bagi banyak altcoin. Jika Bitcoin jatuh ke level US$60.200, ada kemungkinan besar investor akan menjual aset-aset kripto lainnya sebagai langkah untuk melindungi modal mereka, yang dapat menyebabkan tekanan jual lebih lanjut di pasar.

Melihat ke depan, prospek Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan akan sangat bergantung pada bagaimana respon pelaku pasar terhadap sinyal death cross ini. Jika Bitcoin mampu mempertahankan level support di sekitar US$60.200 dan menunjukkan tanda-tanda pemulihan, ada kemungkinan bahwa pelaku pasar akan kembali percaya diri untuk memasuki posisi beli. Sebaliknya, jika tekanan jual terus berlanjut dan Bitcoin jatuh di bawah level tersebut, kita mungkin akan melihat penurunan harga yang lebih tajam. Oleh karena itu, penting bagi para investor untuk terus memantau perkembangan ini dan bersiap untuk berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di pasar yang sangat volatil ini.

Dengan latar belakang tersebut, kami mengingatkan agar para investor selalu melakukan analisis yang mendalam dan tidak mengambil keputusan berdasarkan emosi semata. Pasar kripto selalu penuh dengan kejutan, dan memahami sinyal-sinyal teknikal seperti death cross ini dapat membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih bijak.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Juli 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait