IHSG anjlok ke 5.121,97 dan saham BCA turun 5 persen karena kebijakan The Fed

Pasar keuangan domestik dikejutkan oleh penurunan tajam pada perdagangan Kamis. Di CoinMagnetic, kami memantau Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terperosok sebesar 3,04 persen dan ditutup pada level 5.121,97. Tekanan masif ini turut menyeret berbagai emiten besar di bursa, termasuk saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang ikut merosot hingga 5 persen.
Koreksi dalam ini tidak terjadi begitu saja, melainkan dipicu oleh kombinasi sentimen eksternal yang kuat. Keputusan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat, The Fed, serta rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS menjadi faktor utama yang mengguncang kepercayaan investor global. Kebijakan moneter yang ketat terus membayangi pasar keuangan berkembang.
Dampak dari penurunan IHSG dan saham BCA ini langsung menjalar ke berbagai sektor aset, termasuk pasar kripto di tanah air. Ketika pasar saham tradisional mengalami tekanan likuiditas dan aksi jual besar-besaran, sentimen risk-off biasanya mendominasi, membuat para pelaku pasar cenderung menarik modal dari aset berisiko tinggi.
Kedepan, kami melihat bahwa pergerakan pasar masih akan sangat bergantung pada rilis data makroekonomi lanjutan dari Amerika Serikat serta langkah intervensi dari otoritas keuangan lokal. Investor diimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas tinggi yang mungkin masih akan berlanjut dalam waktu dekat.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Pelemahan IHSG ke level 5.098 pada 29/10/2026 catat penurunan tajam 3,49 persen

Valbury Sabet Indonesia's Best Broker For Global Asset Classes

Hashim desak Kadin hentikan manipulasi saham gorengan di pasar

Top! Didi Max Berjangka Raih Best Trading Education

Valbury catat peralihan minat investor ke pasar saham AS dan minyak
