Tekanan global dan aliran modal asing dorong rupiah ke level Rp18.079 per dolar AS

Nilai tukar rupiah mengalami pelemahan signifikan hingga menyentuh level Rp18.079 per dolar AS pada tanggal 23 Oktober 2026. Di CoinMagnetic, kami memantau bahwa Bank Indonesia mengidentifikasi keluarnya para investor asing dari pasar keuangan domestik sebagai salah satu pemicu utama di balik tekanan depresiasi mata uang Garuda tersebut.
Peristiwa ini terjadi di tengah dinamika makroekonomi yang kompleks, di mana penguatan indeks dolar AS secara global turut memberikan tekanan tambahan terhadap berbagai mata uang di pasar berkembang. Sentimen negatif di pasar domestik mempercepat langkah para pelaku pasar global untuk memindahkan modal mereka ke aset yang dianggap lebih aman.
Bagi pasar aset kripto, pelemahan rupiah terhadap dolar AS ini membawa implikasi tersendiri. Di Indonesia, fluktuasi nilai tukar fiat sering kali mendorong peningkatan minat masyarakat terhadap aset kripto seperti stablecoin sebagai sarana lindung nilai terhadap penurunan daya beli mata uang lokal.
Ke depannya, para pelaku pasar dan investor perlu terus memantau kebijakan moneter lanjutan dari Bank Indonesia serta perkembangan sentimen global. Stabilitas nilai tukar rupiah akan sangat bergantung pada kemampuannya menarik kembali aliran modal asing serta meredam volatilitas pasar keuangan domestik.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

OJK Ancam Pelaku Pasar Modal, Denda Manipulasi Saham Tembus Rp2,23 T

Airlangga Buka Suara soal MSCI, Soroti Free Float 15% dan Demutualisasi

Ini Alasan Dolar AS Begitu Perkasa Sampai Tembus Rp18.000

IHSG kembali ke level 5.400 saat bursa Wall Street mengalami kejatuhan

Pengadilan Niaga anulir putusan KPPU terkait bunga pinjol untuk 97 fintech
