Pencurian US$6,15 miliar dari Binance guncang dunia kripto dalam 31 menit

Pada tanggal 29 Oktober 2026, sebuah insiden keamanan besar melanda industri aset digital ketika seorang penyerang berhasil menguras dana dari Binance hanya dalam waktu 31 menit. Peristiwa ini langsung tercatat sebagai salah satu pencurian terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah aset kripto maupun sejarah keamanan internet secara keseluruhan.
Awalnya, pihak Binance mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa estimasi kerugian akibat serangan tersebut mencapai US$6,3 miliar. Namun, investigasi lanjutan dan analisis pelacakan transaksi demi transaksi yang dilakukan oleh perusahaan analitik blockchain BitOK meralat angka tersebut menjadi US$6,15 miliar yang tersebar di sembilan alamat berbeda.
Kejadian berskala masif ini tentu memberikan pukulan telak terhadap sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Sebagai salah satu bursa terbesar di dunia, keamanan Binance menjadi acuan kepercayaan investor, sehingga insiden peretasan senilai miliaran dolar ini memicu kekhawatiran terkait kerentanan infrastruktur penyimpanan aset terpusat.
Ke depannya, para pelaku pasar dan regulator diperkirakan akan memperketat pengawasan terhadap protokol keamanan bursa kripto. Kami di CoinMagnetic akan terus memantau perkembangan investigasi ini serta dampaknya terhadap stabilitas pasar aset digital dalam beberapa pekan mendatang.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Elon Musk bercanda soal peretasan Binance dan ditanggapi oleh CZ

Hyperliquid melawan tren pasar kripto berkat ICE dan Elon Musk

Penurunan bitcoin di bawah USD79.000 picu likuidasi US$628 juta dalam satu jam

Alamat rumah pengguna bocor dalam serangan phishing email Foundation

Vitalik Buterin sarankan pembatasan AI untuk kurangi risiko hacking
