Investor asing net sell Rp1,27 triliun, namun saham BBCA tetap diborong

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil ditutup menguat 0,46% pada tanggal 2 Oktober 2026, meskipun investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp1,27 triliun. Hal ini menunjukkan adanya ketahanan pasar saham Indonesia di tengah tekanan dari aktivitas jual yang signifikan oleh investor asing. Meskipun banyak saham yang mengalami penurunan, terdapat beberapa saham yang tetap menarik minat investor asing, terutama saham-saham blue chip seperti Bank Central Asia (BBCA).
Pentingnya pergerakan ini terletak pada fakta bahwa meskipun adanya penjualan besar-besaran oleh investor asing, IHSG masih mampu menunjukkan peningkatan. Ini mencerminkan kepercayaan pasar domestik dan potensi pertumbuhan yang masih ada dalam ekonomi Indonesia. Selain itu, minat investor asing terhadap saham-saham tertentu menunjukkan bahwa masih ada keyakinan terhadap fundamental perusahaan-perusahaan tersebut, meskipun secara keseluruhan tren net sell sedang berlangsung.
Dampak dari aktivitas jual ini terhadap pasar cryptocurrency juga patut dicermati. Ketidakpastian di pasar saham seringkali memicu pergeseran modal ke aset alternatif seperti cryptocurrency. Dengan adanya penjualan besar-besaran di pasar saham, beberapa investor bisa jadi akan mencari peluang di pasar crypto, yang dapat menyebabkan lonjakan permintaan dan harga di sektor tersebut.
Ke depan, para analis memperkirakan bahwa jika tren net sell oleh investor asing berlanjut, akan ada dampak signifikan terhadap likuiditas pasar dan harga saham di Indonesia. Namun, jika saham-saham yang diborong tetap menunjukkan kinerja yang baik, ini bisa menarik kembali minat investor untuk masuk ke pasar. Investor diharapkan untuk memantau perkembangan ini dengan cermat, terutama terkait dengan kebijakan pemerintah dan sentimen pasar yang lebih luas.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Rupiah tertekan ke Rp 17.950 terhadap dolar AS pada 5 Oktober 2026

IHSG menguat 0,30% di level 6.055, tren positif berlanjut

BEI waspadai lonjakan harga saham CGV (BLTZ) yang tidak wajar

Robert Kiyosaki ungkap pentingnya aset langka dalam investasi

Dan Ives ungkap potensi Tesla 2027 dipicu robotaxi dan Optimus
