Pemerintah AS desak China buka akses pasar bagi Mastercard dan Citigroup

Pemerintah Amerika Serikat kembali melayangkan tekanan kepada China agar segera memberikan akses pasar yang lebih luas bagi perusahaan keuangan asal negeri Paman Sam. Langkah diplomasi ekonomi ini menyoroti hambatan regulasi yang selama ini dihadapi oleh raksasa pembayaran global seperti Mastercard dan Citigroup di wilayah Tiongkok.
Isu pembukaan sektor jasa keuangan ini telah menjadi agenda penting dalam negosiasi bilateral antara kedua ekonomi terbesar di dunia tersebut. Selama bertahun-tahun, perusahaan asing kerap menemui jalan terjal dalam menembus pasar domestik China akibat regulasi ketat dan dominasi pemain lokal, meski komitmen pembukaan pasar telah lama dijanjikan.
Bagi pasar keuangan global dan aset kripto, perkembangan kebijakan makroekonomi ini dipantau secara dekat karena mencerminkan dinamika likuiditas serta hubungan dagang internasional. Kebijakan proteksionis atau pelonggaran yang diambil oleh Beijing sering kali memicu pergerakan sentimen investor terhadap aset berisiko di berbagai belahan dunia.
Kedua belah pihak diperkirakan akan terus melanjutkan perundingan guna mencari titik temu terkait regulasi perizinan dan operasional lembaga keuangan asing. Kami di CoinMagnetic akan terus memantau dampak lanjutan dari negosiasi ini terhadap lanskap ekonomi global dan industri keuangan digital.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Michael Burry Peringatkan tentang ‘Supervolcano’ di Pasar Saham

Menag Soal Kripto: Hari Ini Haram Tapi Besok Bisa Halal

CEO Ledger dan Mantan Bos Mt. Gox Berselisih soal Skandal Wallet US$90 Juta

Eksplorasi migas nasional terbentur berbagai hambatan regulasi dan perizinan

Kencana Agri hadapi penyelidikan kebakaran hutan di Kalimantan Utara
