Dan Niles melihat kemiripan pasar kecerdasan buatan dengan gelembung internet 1998

Sebagai pengamat pasar yang mencermati dinamika teknologi, kami di CoinMagnetic mencatat pandangan menarik dari Dan Niles mengenai sektor kecerdasan buatan atau AI saat ini. Niles berpendapat bahwa kondisi pasar AI saat ini menunjukkan kemiripan dengan fase koreksi internet pada tahun 1998. Kendati demikian, ia tidak menganggap pasar AI telah mencapai puncaknya, seraya menunjuk agen AI atau agentic AI sebagai faktor pendorong utama yang menjaga momentum tersebut.
Latar belakang kekhawatiran ini penting untuk dicermati di tengah tingginya valuasi sektor teknologi. Imbauan waspada dari Niles muncul hanya beberapa hari sebelum raksasa teknologi seperti Microsoft, Alphabet, dan Amazon dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan mereka. Sementara itu, di pasar saham, saham-saham produsen cip terpantau mengalami penurunan dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan sektor lainnya.
Bagi pasar aset kripto, dinamika di sektor AI dan saham teknologi tradisional sering kali memberikan sentimen limpahan. Koreksi atau pergerakan modal di pasar saham global kerap mempengaruhi selera risiko investor secara keseluruhan, termasuk terhadap aset digital. Ketika likuiditas mengetat atau investor beralih ke posisi defensif di pasar tradisional, aset kripto sering kali ikut merasakan dampaknya melalui volatilitas harga.
Ke depan, kami melihat bahwa para pelaku pasar di sektor kripto dan keuangan perlu memantau ketat perkembangan laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan besar dunia. Langkah antisipasi seperti memperbanyak porsi uang tunai, seperti yang disarankan oleh Niles, mungkin menjadi strategi yang banyak diadopsi investor sambil menunggu kejelasan arah tren makroekonomi dan adopsi lanjutan dari teknologi agen AI.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Teguk keluar dari papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia

Bea Cukai Ungkap 5 Bandara RI Jadi Jalur Perdagangan Emas Ilegal Dunia

Bos BI Ungkap Penyebab Neraca Pembayaran RI Tekor Besar-Rupiah Keok

APBN Cuma 15% dari PDB, Suahasil Ungkap Penggerak Ekonomi Sebenarnya!

Pengguna Sudah 71 Juta, BI Mau Jadikan QRIS Sebagai Kredit Scoring
