Adam Back Menantang GRAM setelah Pavel Durov Bilang Tidak Ada yang Mencetak Bitcoin

Dalam sebuah pernyataan yang mencuri perhatian, Adam Back, pendiri Blockstream, menantang proyek cryptocurrency GRAM setelah Pavel Durov, pendiri Telegram, menyatakan bahwa tidak ada yang dapat mencetak Bitcoin. Dalam wawancara tersebut, Durov memuji sifat deflasi dan pasokan tetap Bitcoin, yang dianggapnya sebagai keunggulan dibandingkan dengan banyak cryptocurrency lainnya, termasuk GRAM. Back menanggapi dengan menyindir mekanisme inflasi yang diterapkan dalam proyek GRAM, menekankan bahwa Bitcoin memiliki keunggulan yang tidak bisa dibantah dalam hal kelangkaan.
Pernyataan ini penting karena menyoroti salah satu aspek paling mendasar dalam dunia cryptocurrency, yaitu pasokan terbatas versus inflasi. Bitcoin, yang dikenal memiliki maksimal 21 juta unit yang dapat ditambang, telah menjadi simbol dari nilai kelangkaan dalam ekosistem digital. Di sisi lain, proyek seperti GRAM yang mengizinkan inflasi berkelanjutan dapat menimbulkan pertanyaan mengenai keberlanjutan dan nilai jangka panjang dari aset tersebut. Ini menjadi lebih relevan ketika mempertimbangkan bagaimana investor dan pengguna memilih antara cryptocurrency yang memiliki pasokan tetap dan yang tidak.
Dampak dari pernyataan ini cukup signifikan bagi pasar cryptocurrency. Bitcoin, sebagai pemimpin pasar, sering kali dipandang sebagai aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan inflasi yang tinggi. Ketika tokoh-tokoh berpengaruh seperti Durov dan Back memberikan pandangan mereka, hal ini dapat mempengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan. Jika lebih banyak investor mulai melihat nilai dari kelangkaan Bitcoin, kita mungkin akan melihat peningkatan permintaan yang dapat mendorong harga Bitcoin lebih tinggi. Sebaliknya, proyek yang mengikuti model inflasi, seperti GRAM, mungkin menghadapi tantangan untuk meyakinkan investor mengenai nilai jangka panjang mereka.
Ke depan, kami mengharapkan diskusi lebih lanjut mengenai perbedaan fundamental antara Bitcoin dan cryptocurrency lain yang memiliki mekanisme inflasi. Dengan semakin banyaknya perhatian yang diberikan pada keunggulan Bitcoin, kami mungkin akan melihat lebih banyak proyek yang berusaha untuk mengadopsi atau menyesuaikan model mereka agar lebih mirip dengan Bitcoin. Selain itu, perdebatan ini juga dapat menarik perhatian regulator yang mempertimbangkan bagaimana cara mengatur cryptocurrency berdasarkan karakteristik ekonominya.
Dengan latar belakang ini, pasar cryptocurrency akan terus beradaptasi dan berevolusi. Investor dan pengguna diharapkan untuk tetap waspada dan kritis terhadap proyek-proyek yang mereka pilih, terutama dalam hal mekanisme pasokan dan inflasi. Dalam jangka panjang, hal ini akan menjadi faktor kunci dalam menentukan proyek mana yang akan berhasil dan mana yang akan menghadapi kesulitan. Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi terbaru kepada komunitas crypto.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Juni 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Dony Oskaria: Manajer Kopdes-KNMP Bukan Pegawai BUMN

Bitcoin capai level tertinggi 7 bulan, FOMO meningkat namun waspada masih perlu

IHSG tertekan 1,69% pada 22 September 2026, dipicu sektor energi

Siloam Mau Caplok 14 Perusahaan Pemilik Aset RS, Senilai Rp 6,9 T

Peter Brandt perkirakan XRP bisa mencapai $5,40 dan ETH $8.600
