JPMorgan dan Coca-Cola manfaatkan hak veto SEC untuk blokir saham ter-tokenisasi

Di CoinMagnetic, kami memantau perkembangan terbaru di mana sebanyak 33 raksasa Wall Street secara kolektif menggunakan hak veto SEC yang baru untuk memblokir penerbitan saham ter-tokenisasi di berbagai bursa kripto terkemuka seperti OKX dan ICE. Langkah besar ini melibatkan nama-nama korporasi global yang sangat berpengaruh dalam sistem keuangan tradisional dan pasar modal konvensional.
Latar belakang tindakan ini berakar pada ketegangan yang terus berlanjut antara regulasi keuangan tradisional dan inovasi aset digital yang bergerak cepat. Aturan baru dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) memberikan celah bagi emiten saham untuk menolak representasi digital aset mereka di platform perdagangan kripto. Keputusan korporasi ini mencerminkan kehati-hatian yang ekstrem dalam menjaga kendali atas kepatuhan, valuasi, dan kepemilikan saham yang mendasarinya.
Namun, di tengah gelombang pemblokiran massal tersebut, perusahaan teknologi raksasa seperti Apple dan Tesla justru mengambil sikap berbeda dengan memilih untuk tetap diam. Mereka tidak menggunakan hak veto tersebut untuk menghentikan tokenisasi aset mereka, yang langsung memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai strategi jangka panjang mereka terhadap adopsi teknologi blockchain.
Bagi pasar kripto secara keseluruhan, peristiwa ini memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap adopsi produk keuangan ter-tokenisasi (RWA). Aset dunia nyata yang ter-tokenisasi sebelumnya digadang-gadang sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan desentralisasi, namun penolakan dari sebagian besar emiten menunjukkan adanya hambatan struktural yang masih harus dihadapi oleh bursa seperti OKX dan ICE.
Kedepannya, kami memperkirakan bahwa perdebatan mengenai kepemilikan dan regulasi saham ter-tokenisasi akan semakin intensif di Amerika Serikat. Sikap diam dari perusahaan seperti Apple dan Tesla mungkin akan menjadi katalis atau justru diubah seiring dengan kejelasan hukum yang lebih pasti dari regulator terkait masa depan aset digital di pasar global.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Oktober 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

BEI siapkan aturan baru IHSG pada 2 November 2026 demi transparansi pasar

Pengguna Coinbase? Data Kontak Anda Mungkin Bocor lewat Vendor

Bursa Efek Indonesia pangkas target pencatatan perdana saham menjadi 15 perusahaan pada 2026

Danantara lakukan uji tuntas untuk menjadi pemegang saham baru di Bursa Efek Indonesia

Bursa Efek Indonesiaincar laba bersih Rp563,9 miliar pada tahun 2027
