Vitalik Buterin adalah programmer berkebangsaan Kanada-Rusia dan salah satu pendiri Ethereum, platform smart contract terbesar di dunia. Lahir pada 1994 di Kolomna, Rusia, dan besar di Kanada, Buterin menerbitkan whitepaper Ethereum pada akhir 2013 saat berusia 19 tahun. Mainnet diluncurkan pada Juli 2015. Ia bergerak terutama sebagai angel investor perorangan dan pendukung ekosistem, bukan sebagai manajer dana formal, dan mendukung proyek-proyek yang sejalan dengan visi jangka panjang Ethereum tentang infrastruktur terbuka dan terdesentralisasi.
Aktivitas investasi Buterin tidak dapat dipisahkan dari perannya sebagai perancang protokol. Ia tidak mengelola AUM dalam arti tradisional – penempatan modalnya bersifat personal dan sering dikaitkan dengan pendanaan barang publik, riset kriptografi, atau penskalaan Layer 2. Kepemilikan ETH-nya pernah menempatkan kekayaan pribadinya di atas $1 miliar, meski ia telah mendonasikan jumlah besar untuk berbagai tujuan eksternal, termasuk upaya bantuan COVID-19 India pada 2021 (sekitar $1 miliar dalam token SHIB yang ditransfer ke India Covid Crypto Relief Fund) dan SENS Research Foundation yang berfokus pada riset longevitas. Fokus geografisnya bersifat global, dengan konsentrasi pada proyek-proyek yang dibangun dalam ekosistem Ethereum.
Investasi dan asosiasi terkemuka
- Ethereum (ETH) – Co-founder; memiliki posisi ETH pribadi yang cukup besar dan dapat dilacak secara on-chain.
- StarkWare – Buterin secara terbuka mendukung riset ZK-rollup StarkWare dan disebut sebagai pendukung awal pendekatan penskalaan zero-knowledge.
- Gitcoin – Ia menjadi pendukung vokal model pendanaan kuadratik Gitcoin dan berpartisipasi dalam putaran hibah untuk barang publik open-source.
- Optimism (OP Mainnet) – Buterin mendukung pendekatan Optimistic rollup dan berkolaborasi dengan tim Optimism dalam riset tata kelola, termasuk mekanisme pendanaan barang publik retroaktif RetroPGF.
- Polygon – Ia terlibat dengan tim riset Polygon dalam desain zero-knowledge Ethereum Virtual Machine (zkEVM), meski detail investasi formal belum dikonfirmasi secara publik.
- Worldcoin (kini World) – Buterin menjadi advisor awal dan telah menulis secara kritis sekaligus konstruktif tentang pendekatan proyek ini terhadap proof-of-personhood, mengakui potensi sekaligus pertimbangannya terhadap privasi.
Informasi publik tentang ukuran kesepakatan spesifik atau kepemilikan ekuitas pada investasi-investasi ini terbatas. Buterin jarang mengungkapkan syarat finansial.
Latar belakang
Buterin mengenal Bitcoin pada 2011 melalui ayahnya, Dmitry Buterin, dan mulai menulis untuk Bitcoin Magazine saat berusia 17 tahun. Setelah keluar dari University of Waterloo, ia mendirikan Ethereum bersama Gavin Wood, Joseph Lubin, Charles Hoskinson, dan lainnya. Ia menerima Thiel Fellowship pada 2014. Waktu tinggalnya terbagi antara Swiss, Singapura, dan berbagai lokasi lain, tanpa markas tetap.
Aktivitas terkini
Antara 2023 dan 2025, Buterin memusatkan banyak energi publiknya pada peta jalan Ethereum – khususnya fase "Surge," "Scourge," dan "Verge" yang berfokus pada penskalaan dan desentralisasi. Ia menerbitkan banyak tulisan tentang account abstraction (ERC-4337), infrastruktur privasi, dan identitas sosial terdesentralisasi. Ia menjual sebagian posisi token non-ETH miliknya secara berkala, dengan data on-chain yang menunjukkan penjualan berbagai token airdrop ke dompet amal. Pada 2024, ia mendonasikan kepemilikan ETH ke lembaga amal kesehatan global yang direkomendasikan GiveWell. Ia juga semakin vokal tentang alat privasi berbasis kriptografi dan menulis artikel yang banyak dikutip tentang "d/acc" – defensive accelerationism – sebagai kerangka filosofis pengembangan teknologi.
Buterin tetap menjadi individu paling berpengaruh dalam ekosistem Ethereum. Aktivitas angel-nya sengaja dijaga dalam skala yang lebih kecil dibanding pelaku institusional – ia mengutamakan integritas protokol di atas imbal hasil portofolio. Proyek yang mendapat dukungan publik darinya sering mengalami dampak pasar langsung, sehingga dukungannya menjadi sinyal reputasi sekaligus sinyal finansial. Investasi ke depan kemungkinan besar akan terus berfokus pada kriptografi zero-knowledge, alat privasi, dan identitas terdesentralisasi.
