Silicon Valley Bank (SVB) didirikan pada tahun 1983 di Santa Clara, California, oleh Bill Biggerstaff dan Robert Medearis. Selama empat dekade, bank ini menjadi mitra perbankan utama bagi startup teknologi, dana ventura, dan perusahaan kripto. Pada puncaknya di akhir 2022, SVB mengelola sekitar $209 miliar total aset dan tercatat sebagai bank terbesar ke-16 di Amerika Serikat. Integrasi mendalam SVB ke dalam ekosistem startup menjadikannya lembaga keuangan pilihan bagi berbagai bisnis blockchain dan aset digital.
Hubungan SVB dengan industri kripto berjalan di dua jalur: bank ini menyediakan layanan perbankan – rekening, fasilitas kredit, dan infrastruktur transfer – kepada ratusan perusahaan kripto, sekaligus melakukan investasi ekuitas langsung dan fund-of-funds melalui divisi venturanya, SVB Capital. Peran ganda ini memberi SVB visibilitas unik terhadap aliran kesepakatan kripto tahap awal. Bank ini menjadi salah satu pendukung institusional pertama ekosistem VC kripto, di saat bank-bank arus utama menolak membuka rekening untuk perusahaan aset digital.
Pada 10 Maret 2023, SVB runtuh akibat bank run – kegagalan bank AS terbesar sejak Washington Mutual pada 2008. Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mengambil alih kendali. Rangkaian peristiwa yang memicu bank run dimulai ketika SVB mengungkapkan kerugian $1,8 miliar pada portofolio obligasinya akibat kenaikan suku bunga. Kepercayaan nasabah runtuh dalam 48 jam. Di sektor kripto, dampaknya langsung terasa: Circle, penerbit stablecoin USDC, mengungkapkan bahwa sekitar $3,3 miliar cadangan tunainya – sekitar 8% dari total backing USDC – tersimpan di SVB. USDC sempat depeg ke $0,87 sebelum Departemen Keuangan AS dan FDIC menjamin seluruh simpanan, termasuk saldo yang tidak diasuransikan, sehingga paritas pulih. Ripple juga mengonfirmasi sebagian kas perusahaannya ada di SVB, meski menyebut eksposur tersebut terbatas. BlockFi, yang sudah dalam proses kepailitan, menghadapi komplikasi tambahan akibat eksposurnya di SVB.
Investasi unggulan
Investasi ekuitas langsung SVB Capital di sektor kripto dan blockchain bersifat selektif. Informasi publik mengenai enam perusahaan portofolio spesifik yang tercatat dalam basis data on-chain dan kesepakatan masih terbatas, namun keterlibatan SVB di kripto yang lebih luas mencakup posisi LP di dana yang dikelola VC terkemuka yang berfokus pada kripto. Bank ini juga menjadi pemberi pinjaman bagi perusahaan seperti Coinbase dan menyediakan fasilitas kredit bagi beberapa penyedia infrastruktur stablecoin. Tesis investasi SVB di kripto berfokus pada infrastruktur dan jalur masuk institusional, bukan proyek token spekulatif.
Tim
Greg Becker menjabat CEO dari 2011 hingga keruntuhan SVB pada Maret 2023. Ia bergabung dengan SVB sejak 1993 dan naik jabatan melalui divisi perbankan teknologi. Daniel Beck menjabat sebagai CFO saat kegagalan terjadi. John China memimpin SVB Capital, divisi ventura yang bertanggung jawab atas investasi dana dan ekuitas langsung. Setelah pengambilalihan oleh FDIC, First Citizens BancShares mengakuisisi sebagian besar portofolio pinjaman dan simpanan SVB dalam kesepakatan yang diumumkan 27 Maret 2023. SVB Capital dipertahankan secara terpisah, kemudian direbranding dan dipisahkan; masa depannya sebagai manajer independen masih dalam proses hukum yang berlangsung.
Aktivitas terkini
Sejak keruntuhan Maret 2023, SVB sebagai entitas independen tidak lagi beroperasi. FDIC menyelesaikan proses resolusi melalui akuisisi First Citizens. Portofolio SVB Capital, termasuk kepemilikan dana yang berkaitan dengan kripto, memasuki proses wind-down atau transisi. Regulator, termasuk FDIC dan Federal Reserve, kemudian menerbitkan laporan pasca-kejadian yang menyebut kegagalan ini disebabkan oleh pertumbuhan neraca yang terlalu cepat, risiko konsentrasi basis nasabah, dan lindung nilai suku bunga yang tidak memadai. Tinjauan pengawasan internal Federal Reserve yang dirilis April 2023 juga menyoroti kekurangan manajemen dan regulasi.
Keruntuhan SVB mempercepat diskusi industri tentang akses perbankan bagi perusahaan kripto. Beberapa alternatif yang berfokus pada kripto – termasuk Mercury dan mantan nasabah Silvergate yang berpindah ke mitra perbankan baru – mengisi sebagian celah yang ditinggalkan SVB. Per 2024, merek dan sejumlah operasi perbankan komersial tetap berjalan di bawah First Citizens, meski fokus khusus pada klien startup dan kripto belum sepenuhnya dipulihkan. Kisah SVB tetap menjadi salah satu contoh peringatan paling signifikan tentang risiko konsentrasi sektor dalam sejarah perbankan AS modern.