Mask Network adalah perusahaan teknologi Web3 yang didirikan pada 2019 oleh Suji Yan (dikenal juga sebagai Yisi Liu). Perusahaan ini paling dikenal lewat ekstensi browser yang menambahkan fitur terdesentralisasi – pesan terenkripsi, transfer token, aplikasi terdesentralisasi – langsung ke platform media sosial utama seperti X (sebelumnya Twitter) dan Facebook. Selain produk intinya, Mask Network berperan sebagai investor korporat yang mendanai proyek Web3 tahap awal sesuai tesis decentralized social (DeSoc) yang mereka usung.
Perusahaan ini meluncurkan token aslinya, $MASK, pada 2021 melalui IEO di Binance Launchpool, yang memberi mereka sumber daya untuk mendanai pertumbuhan ekosistem. Aktivitas investasi Mask Network berfokus pada proyek yang memperluas infrastruktur Web3 ke lapisan sosial: identitas terdesentralisasi, NFT tooling, penerbitan on-chain, dan protokol interoperabilitas. Fokus geografisnya mencakup Amerika Serikat dan komunitas Web3 global yang lebih luas, dengan hubungan kuat ke ekosistem developer Asia Timur.
Informasi publik tentang total aset kelolaan atau ukuran dana formal Mask Network sangat terbatas. Perusahaan ini tidak menjalankan dana ventura bernama dalam arti tradisional – investasi tampaknya dilakukan dari neraca korporat atau melalui program hibah ekosistem mereka.
Investasi terkemuka
- Mirror Protocol – platform penerbitan on-chain untuk penulis
- Gitcoin – pendanaan barang publik untuk developer open-source
- dHEDGE – manajemen aset terdesentralisasi di Ethereum
- RSS3 – protokol umpan sosial Web3 terbuka
- Cyber – jaringan grafik sosial terdesentralisasi
Ukuran transaksi spesifik dan daftar lengkap 23 perusahaan portofolio tidak diungkapkan secara publik. Proyek-proyek di atas mencerminkan fokus konsisten Mask Network pada infrastruktur Web3 lapisan sosial.
Tim
Suji Yan adalah pendiri dan chief executive Mask Network. Sebelumnya ia mendirikan Dimension, entitas induknya, dan menjadi suara aktif dalam advokasi media sosial terdesentralisasi. Ia sangat terkait dengan gerakan DeSoc bersama para peneliti termasuk Vitalik Buterin. Informasi publik tentang managing partner lain atau anggota tim investasi di Mask Network sangat terbatas.
Aktivitas terkini
Sepanjang 2024 hingga 2025, Mask Network terus mengembangkan integrasi antara ekstensi browser mereka dan aplikasi Web3 berbasis AI yang sedang berkembang. Perusahaan ini menjadi pendukung vokal Farcaster dan protokol sosial terdesentralisasi lain sebagai infrastruktur pelengkap. Mask Network juga ikut dalam diskusi industri yang lebih luas seputar standar identitas on-chain. Tidak ada penutupan dana besar atau pengumuman investasi utama yang signifikan yang dilaporkan secara publik selama periode ini, di luar hibah ekosistem yang bersifat inkremental.
Mask Network menempati posisi yang tidak biasa – sebagian perusahaan produk, sebagian investor ekosistem – yang membuatnya lebih sulit dievaluasi dengan metrik ventura konvensional. Keunggulan kompetitif mereka ada pada distribusi: ekstensi Mask memberi proyek portofolio akses langsung ke basis pengguna media sosial yang besar dan tertarik pada Web3. Apakah perusahaan ini mampu mempertahankan keunggulan tersebut seiring platform sosial Web3 native seperti Farcaster mengurangi ketergantungan pada rel Web2 masih menjadi pertanyaan terbuka. Bagi investor dan pendiri yang memantau sektor DeSoc, Mask Network tetap menjadi titik referensi yang layak diperhatikan. Detail lebih lanjut tentang perusahaan ini tersedia di situs resmi mereka dan melalui akun X mereka.
