Langsung ke konten
RegulasiTurun

Prabowo berencana bangun 30 GW PLTS, target 2026 untuk pencapaian

Sumber: CNBC Indonesia
Prabowo berencana bangun 30 GW PLTS, target 2026 untuk pencapaian

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengumumkan rencananya untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas sebesar 30 gigawatt (GW) di Indonesia. Proyek ini diharapkan dapat tercapai pada akhir tahun 2026. Dalam pernyataannya, Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa proyek ini bukan hanya ambisius tetapi juga layak untuk direalisasikan dalam waktu yang ditentukan.

Rencana pembangunan PLTS ini menjadi penting mengingat Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon dan beralih ke sumber energi terbarukan. Dengan potensi sinar matahari yang melimpah, negara ini memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan teknologi energi surya dalam upaya mencapai ketahanan energi dan keberlanjutan lingkungan. Inisiatif ini juga sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan kontribusi energi terbarukan dalam bauran energi nasional.

Dari segi pasar, proyek ini dapat mendorong investasi di sektor energi terbarukan dan menciptakan peluang kerja baru. Selain itu, meningkatnya ketertarikan terhadap proyek energi hijau dapat menarik perhatian investor domestik dan internasional. Dengan kata lain, proyek ini berpotensi memberikan dampak positif pada perekonomian lokal dan nasional.

Ke depan, masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan untuk melihat kemajuan yang signifikan dalam realisasi proyek ini. Jika berhasil, proyek ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas energi terbarukan Indonesia, tetapi juga dapat menjadi model bagi negara-negara lain dalam transisi menuju energi bersih. Prabowo dan timnya diharapkan dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa target 30 GW dapat tercapai sesuai rencana.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Agustus 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait