Peredaran Uang Primer (M0) Melambat, Cuma Tumbuh 13,8% di Juni 2026

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini mengumumkan bahwa pertumbuhan Uang Primer (M0) pada Juni 2026 hanya mencapai 13,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan pelambatan signifikan jika dibandingkan dengan pertumbuhan yang lebih tinggi pada periode sebelumnya. Uang Primer, yang mencakup semua uang tunai yang beredar di masyarakat serta simpanan di bank sentral, merupakan indikator penting bagi kesehatan ekonomi dan likuiditas pasar.
Pelambatan pertumbuhan Uang Primer ini penting untuk dicermati karena mencerminkan dinamika perekonomian Indonesia yang lebih luas. Pertumbuhan M0 yang melambat bisa jadi merupakan respons terhadap berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter yang lebih ketat dari BI untuk menanggulangi inflasi yang meningkat. Selain itu, kondisi global yang tidak menentu, termasuk fluktuasi harga komoditas dan ketegangan geopolitik, juga dapat memengaruhi keputusan BI dalam mengatur likuiditas.
Dampak dari pelambatan ini tidak hanya terbatas pada sektor moneter, tetapi juga dapat memengaruhi pasar cryptocurrency di Indonesia. Dengan pertumbuhan M0 yang melambat, kepercayaan investor terhadap aset berisiko seperti cryptocurrency bisa terpengaruh. Investor mungkin lebih berhati-hati dalam berinvestasi di pasar crypto, mengingat likuiditas yang lebih ketat dapat membatasi akses mereka terhadap modal. Hal ini berpotensi menyebabkan penurunan volume perdagangan dan harga crypto di pasar domestik.
Ke depan, prospek untuk pasar cryptocurrency di Indonesia akan sangat bergantung pada bagaimana BI dan pemerintah menangani situasi ini. Jika BI terus menerapkan kebijakan moneter yang ketat untuk menekan inflasi, investor mungkin akan mencari alternatif investasi yang lebih stabil. Di sisi lain, jika ada perubahan kebijakan yang mendorong pertumbuhan likuiditas, hal ini bisa membuka kembali peluang untuk pertumbuhan di sektor crypto.
Secara keseluruhan, situasi ini menggarisbawahi pentingnya pemantauan yang cermat terhadap kebijakan moneter dan kondisi ekonomi yang lebih luas. Pelaku pasar dan investor di sektor cryptocurrency di Indonesia perlu tetap waspada dan siap untuk beradaptasi dengan perubahan yang mungkin terjadi dalam waktu dekat. Kami akan terus memantau perkembangan ini dan memberikan informasi terkini kepada pembaca.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Juli 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

OJK Spill Jumlah Asuransi, Reasuransi dan Dapen yang Modalnya Cukup

Perry Ungkap Skema 'Win-Win', BI Naikkan Bunga Simpanan Pemerintah

Judol Makin Marak, Bos OJK Ungkap Indikasinya

Milik Siapa Bitcoin Ini? Sengketa Hukum yang Menghambat Reserve US$20 Miliar Trump

Strategy Jual Bitcoin, Dividen STRC Jadi Alasan
