Langsung ke konten
InstitusionalNetral

Pasar motor listrik Indonesia bisa capai US$170 miliar, kata CEO Danantara

Sumber: CNBC Indonesia
Pasar motor listrik Indonesia bisa capai US$170 miliar, kata CEO Danantara

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, baru-baru ini mengungkapkan keyakinannya bahwa pasar motor listrik di Indonesia dapat mencapai nilai yang sangat signifikan, yakni sekitar US$170 miliar. Penuturan ini muncul di tengah upaya pemerintah untuk mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan dan membangun infrastruktur pendukung bagi industri otomotif listrik di tanah air.

Pernyataan Roeslani penting karena mencerminkan potensi besar yang dimiliki Indonesia dalam sektor motor listrik. Dengan populasi yang besar dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan lingkungan, Indonesia menjadi pasar yang menarik bagi produsen motor listrik. Selain itu, dukungan dari pemerintah dalam bentuk insentif dan regulasi yang mendukung dapat mempercepat pengembangan industri ini.

Dampak pasar dari pernyataan ini dapat dilihat dari meningkatnya minat investor dalam sektor kendaraan listrik. Dengan proyeksi pasar yang menggiurkan, banyak perusahaan mulai berinvestasi dalam teknologi dan inovasi yang berkaitan dengan motor listrik. Hal ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam sektor industri otomotif.

Melihat ke depan, prospek pasar motor listrik di Indonesia tampak cerah. Dengan semakin banyaknya kebijakan yang mendukung dan kesadaran masyarakat yang meningkat, diharapkan Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam industri motor listrik global. Roeslani optimis bahwa dengan kerjasama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, Indonesia bisa menjadi juara dunia dalam pasar motor listrik, sejalan dengan tren global menuju keberlanjutan.

CoinMagnetic

Tim CoinMagnetic

Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.

Diperbarui: Agustus 2026

Ingin mendapatkan berita lebih awal?

Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.

Ikuti saluran

Berita terkait