Kemenko Perekonomian klarifikasi istilah 1.800 ton emas di bawah bantal

Kementerian Koordinator Perekonomian Indonesia baru-baru ini memberikan penjelasan mengenai istilah "emas di bawah bantal" yang mencuat setelah berita mengenai keberadaan 1.800 ton emas yang disimpan oleh masyarakat. Istilah ini digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan aset yang tidak diputar dalam perekonomian, sehingga tidak memberikan manfaat maksimal bagi pertumbuhan ekonomi negara.
Pentingnya penjelasan ini terletak pada pemahaman yang lebih baik mengenai potensi aset yang dimiliki masyarakat. Emas yang disimpan dalam bentuk fisik, meskipun berharga, tidak berkontribusi pada investasi produktif. Dengan lebih dari 1.800 ton emas yang tidak beredar di pasar, ada potensi besar untuk meningkatkan likuiditas dan investasi jika aset tersebut dioptimalkan. Hal ini juga menjadi perhatian pemerintah dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Dampak berita ini terhadap pasar bisa cukup signifikan. Pasar emas mungkin mengalami fluktuasi, terutama jika masyarakat mulai beralih dari menyimpan emas dalam bentuk fisik ke dalam instrumen investasi yang lebih produktif. Selain itu, pernyataan dari Kemenko Perekonomian dapat memicu diskusi lebih lanjut mengenai kebijakan yang mendukung pergerakan aset-aset yang tidak aktif ini, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi permintaan dan penawaran emas di pasar.
Ke depan, diharapkan pemerintah akan mengambil langkah-langkah strategis untuk mendorong masyarakat agar menginvestasikan emas mereka dalam bentuk yang lebih produktif. Inisiatif semacam ini bisa meliputi program edukasi dan insentif untuk mendorong penggunaan emas sebagai instrumen investasi, bukan hanya sebagai simpanan. Dengan demikian, potensi ekonomi dari 1.800 ton emas tersebut dapat lebih maksimal dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Agustus 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Sentimen negatif terhadap AI dapat hambat IPO Anthropic, kata sumber

Dari calo tiket, Rusdi Kirana dirikan kerajaan maskapai Lion Air

Kenaikan 40% penggunaan AI oleh penjahat di kripto menurut TRM Labs

BRI raih tiga penghargaan di ajang Best Financial Institution Awards

Indonesia miliki 1.800 ton emas belum terdaftar senilai US$ 252 miliar
