Kenaikan 40% penggunaan AI oleh penjahat di kripto menurut TRM Labs

Penggunaan artificial intelligence (AI) oleh pelaku kejahatan di sektor aset kripto telah mengalami kenaikan yang signifikan, yaitu sebesar 40% dari tahun ke tahun pada tahun 2026. Hal ini diungkapkan oleh perusahaan intelijen blockchain TRM Labs, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan ini terutama didorong oleh meningkatnya aksi penipuan yang memanfaatkan teknologi AI. Dalam laporan terbaru mereka, Indeks Adopsi AI dalam Kejahatan versi TRM mencatat skor adopsi keseluruhan sebesar 54 dari 100, meningkat pesat dari sekitar 28 di tahun 2024.
Kenaikan penggunaan AI dalam kejahatan ini menjadi perhatian serius bagi para pelaku industri dan regulator. Dengan semakin canggihnya teknologi AI, pelaku kejahatan kini dapat melakukan penipuan dan aktivitas ilegal lainnya dengan lebih efisien dan terencana. Misalnya, AI dapat digunakan untuk membuat skema penipuan yang lebih meyakinkan, memanipulasi data, atau bahkan melakukan serangan siber yang lebih terarah. Ini menciptakan tantangan baru bagi otoritas yang berusaha menjaga keamanan dan integritas pasar kripto.
Dampak dari fenomena ini terhadap pasar kripto cukup signifikan. Meningkatnya kejahatan yang didorong oleh AI dapat mengurangi kepercayaan investor dan pengguna terhadap aset kripto. Ketidakpastian ini berpotensi menyebabkan fluktuasi harga yang lebih besar, di mana investor mungkin enggan untuk berinvestasi dalam aset digital yang dianggap rentan terhadap penipuan dan manipulasi. Selain itu, tindakan penegakan hukum yang lebih ketat mungkin akan diterapkan, yang dapat mempengaruhi dinamika pasar dan inovasi di sektor ini.
Melihat ke depan, para ahli memperingatkan bahwa tren ini mungkin akan terus berlanjut jika tidak ada langkah-langkah proaktif yang diambil untuk mengatasi masalah ini. Pengembangan teknologi keamanan yang lebih baik, kolaborasi antara perusahaan kripto dan lembaga penegak hukum, serta pendidikan bagi pengguna tentang risiko yang ada adalah langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan. Tanpa adanya tindakan yang tepat, potensi penggunaan AI untuk kejahatan di dunia kripto bisa semakin meningkat, menambah tantangan bagi industri yang sudah bergejolak ini.
Tim CoinMagnetic
Investor kripto sejak 2017. Kami berinvestasi dengan uang sendiri dan menguji setiap exchange secara langsung.
Diperbarui: Agustus 2026
Dari analisis kami:
Ingin mendapatkan berita lebih awal?
Ikuti saluran Telegram kami – kami memposting berita dan analisis terkini.
Ikuti saluranBerita terkait

Dari calo tiket, Rusdi Kirana dirikan kerajaan maskapai Lion Air

BRI raih tiga penghargaan di ajang Best Financial Institution Awards

Indonesia miliki 1.800 ton emas belum terdaftar senilai US$ 252 miliar

Indonesia tutup 13 GW pembangkit diesel untuk percepat pembangunan PLTS

David Steward terinspirasi Nabi Nuh dalam membangun WWT di AS
